Jumat, 29 November 2019

Gejala Umum, Penyebab, dan Faktor Risiko Tinea Corporis

Post oleh : lia | Rilis : November 29, 2019 | Series :
Tinea corporis atau yang lebih dikenal dengan sebutan kurap adalah infeksi jamur yang terasa gatal dan tentu saja mengganggu. Penyakit kulit ini dapat muncul di seluruh bagian tubuh, tetapi pada umumnya muncul di area lengan dan kaki. Kurap ini juga lebih mudah menyebar di daerah yang beriklim hangat dan lembab.

Meskipun bukan merupakan penyakit kulit serius dengan gejala umum tinea corporis yang mudah diobati, infeksi jamur ini mudah sekali menyebar dan menular ke orang lain. Beberapa binatang, seperti anjing dan kucing, juga berpotensi menyebarkan jamur tinea corporis kepada manusia apabila terjadi kontak fisik. Untuk itu, Anda harus waspada dan segera mengobatinya. Hindari juga faktor risiko dan penyebabnya berikut ini.

Gejala Umum dari Tinea Corporis

Gejala Umum dari Tinea Corporis

Setiap penyakit pasti mempunyai gejala dan sangat penting untuk diketahui sebagai dasar identifikasi penyakit agar dapat segera diobati. Dilansir dari halodoc.com, gejala umum tinea corporis juga ada beragam dan umumnya mulai muncul dalam 10 hari setelah tubuh mengalami kontak langsung atau lewat perantara dengan jamur.

Gejala umum tinea corporis yang dimaksud adalah berupa munculnya ruam melingkar berwarna kemerahan ataupun keperakan di kulit. Selain itu, kulit penderita juga bersisik dan terasa gatal. terjadi pula peradangan pada bagian kulit yang terinfeksi. Dalam kondisi yang lebih serius, muncullah luka melepuh yang berisi nanah di area sekitar ruam.

Pada kasus yang cukup parah, ruam melingkar tersebut akan berlipat ganda dan tumbuh besar, kemudian mungkin menyatu. Kulit dengan ruam yang melingkar akan sedikit terangkat, lalu kulit di bawahnya terasa gatal.

Penyebab Mengalami Tinea Corporis
Jamur yang bernama dermatophytes adalah penyebab utama munculnya infeksi jamur pada kulit yang dinamakan tinea corporis. Jamur ini umumnya berkembang biak pada keratin (jaringan yang keras dan anti air pada kulit, rambut, juga kuku). Terdapat beberapa cara yang menjadi media penularan infeksi ini yaitu kontak fisik dengan penderita, kontak fisik dengan hewan yang terinfeksi, kontak fisik dengan benda yang menempel pada jamur dermatofit, dan kontak fisik dengan tanah yang mengandung spora jamur.

Jika mengalami salah satu hal di atas, maka Anda bisa tertular. Gejala umum tinea corporis juga akan muncul setelah 10 hari sejak badan terkena jamur tersebut, seperti penjelasan di awal. Ketika terliat tanda-tanda yang mencurigakan seperti ruam kemerahan, segeralah periksakan ke dokter agar segera mendapatkan penanganan sebelum infeksi makin parah atau menyebar.

Faktor Risiko Seseorang Terkena Tinea Corporis
Selain terjadi karena penyebab dan cara penularan di atas, infeksi jamur yang satu ini juga lebih mudah dialami oleh seseorang dengan kondisi tertentu. Terdapat faktor risiko di mana seseorang lebih mudah mengalami atau tertular oleh jamur penyebab infeksi.

Penyebab Mengalami Tinea Corporis

Beberapa faktor risiko ini berkaitan dengan kondisi tubuh, seperti sirkulasi darah yang tak normal, usia yang sangat muda atau sudah lansia, mengalami obesitas, lemahnya sistem kekebalan tubuh, menderita diabetes tipe 1, dan mengalami aterosklerosis. Mempunyai riwayat terkena infeksi jamur sebelumnya juga menyebabkan seseorang lebih rentan mengalami infeksi yang ditandai dengan gejala umum tinea corporis.

Selain karena kondisi tubuh, terdapat faktor risiko karena lingkungan dan kebiasaan. Beberapa di antaranya adalah tinggal di tempat yang lembab dan hangat, mengenakan pakaian terlalu sempit, sering berolahraga dengan frekuensi kontak kulit yang tinggi seperti gulat, serta sering berbagi pakaian, handuk, atau seprai dengan penderita.

Bagi yang belum terinfeksi, sebaiknya memahami faktor risiko beserta penyebab dari tinea corporis agar jangan sampai tertular dan setidaknya meminimalisasi penularannya. Gejala umum tinea corporis juga perlu dipahami sebagai langkah pendeteksian awal agar mengerti serta segera memeriksakannya ke dokter.

Sumber Artikel:
www.halodoc.com
hellosehat.com
www.honestdocs.id

Sumber Gambar:
hubpages.com
www.merdeka.com

google+

linkedin